Mi6: Civic Education Penting untuk Rawat Kebhinnekaan di NTB

NTBone.id-MATARAM – Proses demokrasi tanpa dibarengi struktur dan kultur yang demokratis hanya akan menjadikan proses verbal semata tanpa pemahaman yang kuat dan tidak memiliki arah. Sehingga untuk membangun masyarakat yang demokratis perlu diciptakan prakondisi melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan untuk membangun struktur sosial dan kultur yang demokratis.

Terkait dengan maraknya kembali aksi kekerasan seperti Bom Bunuh diri Makasar maupun di Mabes Polri serta aksi aksi tindak intoleran lainnya, maka dalam rangka mencegah dan meminimalisasi aksi serupa , Mi6 mendorong KPU, Bawaslu dan Pemda di NTB bersinergi menggalakan kembali pendidikan kewargaannegaraan (Civic Education) untuk semua kalangan warga NTB tanpa terkecuali.

“Secara umum tujuan pendidikan Civic yaitu mendidik warga negara supaya menjadi rakyat yang baik yang dapat dinarasikan sebagai rakyat yang patriotik, setia terhadap bangsa dan negara, toleran dan demokratis,” kata Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH, Jumat ( 2/4) di Mataram.

Civic Education, sejatinya dipahami sebagai wahana pendidikan yang didesain untuk membina dan mengembangkan sikap warganegara yang baik, cerdas, kritis dan partisipatif (smart and good citizen) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, baik dalam konteks lokal, regional maupun internasional.

Secara lebih sederhana, Civic Education dipahami sebagai wahana pendidikan demokrasi (democracy education) bagi warganegara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.