Sembilan Ekor Sapi Di Lombok Positif Terjangkit PMK

NTBone.id-Mataram, – Dari hasil uji sampel di Balai Besar Veteriner (BBVET) Denpasar terhadap 63 ekor sapi milik peternak di kabupaten lombok tengah dan kabupaten lombok timur NTB, di temukan sebanyak sembilan ekor sapi positif terjangkit mulut dan kuku (PMK). Kamis (12/5)

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Khairul Akbar, dari hasil pengecekan ternak sapi yang sakit bersama balai besar Veteriner Denpasar sembilan ekor sapi milik peternak di desa kelebuh kabupaten lombok tengah dan desa aikmel di kabupaten lombok timur positif PMK.

Bacaan Lainnya

“Dari konfirmasi secara langsung ditujukan kepada dinas peternakan kabupaten lombok tengah dan kabupaten lombok timur, dari pemeriksaan enam ekor sapi yang di lombok tengah satu negatif lima positif PMK, kemudian yang di lombok timur empat yang diperiksa dan empatnya positif PMK,” ungkapnya

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Dinas peternakan dan kesehatan hewan NTB langsung membuat surat edaran gubernur yang ditujukan kepada seluruh kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten kota di NTB, terkait kewaspadaan dini terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Kami pun suda melakukan langkah antisipasi membuatkan surat edaran gubernur dan kami telah menghubungi dinas-dinas kabupaten kota di NTB yang instruksinya penutupan daerah dari pengiriman, tidak ada lalu lintas ternak , yang ada hanya lalu lintas dari kabupaten Sumbawa ke lombok atau dari Jawa ke lombok baik masuk maupun yang keluar,” ujarnya

Selain menutup lalu lintas pengiriman hewan ternak ke pulau jawa, pemerintah NTB pun melakukan penutupan seluruh pasar hewan yang ada di pulau lombok.

“Dan kami akan menutup pasar hewan yang ada di pulau lombok, jadi lalu lintas ternak terjaga dan kami akan melakukan penyuntikan hewan ternak yang sakit,” jelasnya

Lebih lanjut Khairul Akbar menegaskan bahwa seluruh dokter hewan di NTB, untuk membantu para peternak dengan melakukan pengecekan dan pengobatan terhadap hewan ternak yang sakit.

“Kami dari dinas akan menyediakan obat-obatnya dan vitamin dan kita kerahkan dokter hewan untuk berkoordinasi dengan dinas provinsi dan kabupaten kota  dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dan dalam waktu dekat kita akan mendirikan posko dan satgas penanganan PMK,” tegasnya

Namun demikian, sembilan ekor sapi yang terjangkit PMK sudah mulai membaik, setelah mendapatkan vaksin dan obat-obatan dari dinas kesehatan hewan, dan belum ditemukannya hewan yang mati akibat PMK.
Hewan yang terjangkit penyakit PMK ini adalah bisanya hewan yang memiliki kuku genap mulai sapi, kambing kerbau, domba, dan babi. penyebaran melalui pun melalui udara dengan jangkauan hingga 100 kilometer.

Untuk Daerah NTB yang termasuk dalam sumber bibit hewan potong. Dalam rangka hari raya kurban menyiapkan kuota pengiriman ternak dari NTB ke luar ada 16.500 ekor sapi baik ke Kalimantan Sulawesi dan Jakarta.

“Untuk  kabupaten Bima sendiri di kuotakan sebanyak 12.500 ekor saat ini , para peternak kita sedang mengirimkan hewan ternak  ke pulau Jawa, telah disiapkan kapal tol laut dengan  sekali muat 550 ekor dari pelabuhan Bima ke Jakarta langsung,” bebernya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.