Polisi Tetapkan Kepala UPTD Dinas Perdagangan Sebagai Tersangka Kasus Pungli

Polisi Tetapkan Kepala UPTD Dinas Perdagangan Sebagai Tersangka Kasus Pungli

Polisi Tetapkan Kepala UPTD Dinas Perdagangan Sebagai Tersangka Kasus PungliNTBone.id-Mataram- Polresta Mataram menetapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Cakranegara dan Sandubaya Dinas Perdagangan Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial AK sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar di Pasar ACC Ampenan. Rabu (12/10).

Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustafa mengatakan Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Mataram dari hasil penyelidikan dan pedalaman serta pemeriksaan sejumlah saksi menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar.

“Orang yang kita amankan dalam kasus pungli, telah kita tetapkan sebagai tersangka sebanyak satu orang, jadi prinsipnya operasi tangkap tangan (OTT), kita telah mengamankan orang dan barang bukti,” ungkapnya

Lebih lanjut mustafa mengesakan bawa tersangka AK memungut biaya atau memunggut sewa kios di pasar ACC Ampenan , memang ada beberapa orang yang kita amankan, namun setelah kita periksa dan kita dalami hanya satu orang yang bisa kita tetapkan tersangka.

“Sesuai hasil penyelidikan dan mendalami, ternyata hanya satu yang bisa kita tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya

Dalam melakukan aksinya, pelaku AK diduga telah memalsukan sejumlah dokumen hingga tanda tangan pekerja di bagian Bendahara Dinas Perdagangan Kota Mataram.

“Memang terdapat bukti melawan hukum dan pemerasan dengan jabatan,” kata

Pelaku AK terancam pasal 12e  tentang pegawai Negeri atau penyelenggara  negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya, memaksa seseorang memberikan sesuatu membayar atau menerima pembayaran dengan pertolongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.

“Pelaku kita diancam dengan pasal 12 e dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun atau denda satu miliar rupiah,” pungkasnya

Sementara itu, kasat reskrim polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan aksi pungutan liar pelaku AK  tanpa sepengetahuan kepada Dinas Perdagangan Kota Mataram dan kepala bidang terkait.

“Dari hasil penyelidikan bahwa pelaku AK ini telah lama bekerja di dinas perdagangan Kota Mataram, namun aksi pungli pelaku di luar sepengetahuan atasnya,” ungkapnya

Saat dilakukan penggeledahan pada operasi tangkap tangan (OTT) pada hari Jumat (7/10/202) lalu petugas menemukan nota pembayaran bertanda tangan yang dipalsukan oleh pelaku AK/

“Kami menemukan nota pembayaran dari IM yang akan menyerahkan uang kepada AK, dimana nota pembayaran seharusnya Bendahara namun melakukan tanda tangan dilakukan oleh pelaku AK, jadi kami menyimpulkan bahwa aksi pelaku ini tanpa sepengetahuan rekannya” jelasnya

Dalam operasi pelaku AK dengan membuat rumusan perhitungan nilai sewa kontrak kios di pasar ACC Ampenan, dengan menetapkan tarif sewa RP. 47 Juta rupiah, bagi pedagang yang tak mampu membayar, pelaku melakukan negosiasi dengan mematok harga Rp 30 Juta rupiah.

“Tidak mengeluh satu orang  saja, akan tetap beberapa orang, saat kita amankan pelaku dan barang bukti, ternyata pelaku pernah mengambil uang sebesar Rp 15 juta dari S,” tutupnya

Tinggalkan Balasan