Demi Skin Care, Sales Motor Cantik Gelapkan Uang Calon Konsumen Hingga Puluhan Juta

NTBone.id-Mataram- Seorang Sales Marketing di salah satu Dealer Sepeda motor di Kota Mataram, NTB,  diduga melakukan penipuan kepala calon konsumennya yang hendak akan membeli sepeda motor melalui dirinya. Rabu (23/11)

Pelaku berinisial  (24) warga asal kabupaten Sumbawa Perempuan hanya bisa pasrah dibawa petugas dari satuan reserse kriminal polres Kota Mataram, setelah salah seorang korban yang merupakan calon konsumen melaporkan aksi penipuan pelaku ke Polresta Mataram.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan modus yang digunakan pelaku, meminta kepada calon konsumen mentransfer uang muka atau Down Payment (DP) melalui rekening pribadinya.

“Korban ini rencana mau membeli sepeda motor di Dealer tempatnya DN bekerja,  kemudian menyerahkan sejumlah uang tunai sebagai uang muka yang diserahkan secara transfer ke rekening tpelaku,” ungkapnya.

 Setelah korban mentransfer uang muka kepada pelaku, namun motor yang dijanjikan pelaku kepada korban tak kunjung datang.

“Namun karena apa yang dipesan korban tidak ada sampai waktu yang diberikan terduga, akhirnya korban melaporkan peristiwa tersebut,” ujarnya

Berdasarkan laporan yang masuk dan berdasarkan keterangan pelaku DN saat diperiksa petugas, bahwa ada tujuh orang yang telah menyerahkan uang muka untuk pembelian unit sepeda motor baru di dealer tempat terduga bekerja. Jumlah uang muka yang diterima melalui rekening pelaku sebesar total 32 juta rupiah.

“Terduga mengakui telah melakukan peristiwa tersebut, dan menurut pengakuannya, uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari hari, dan alat kecantikan,” jelasnya

Lebih lanjut Kadek, baik sejumlah korban maupun terduga akan melakukan penyelesaian secara kekeluargaan, dimana berdasarkan keterangan terduga, keluarganya siap mengganti sejumlah uang yang disetor korban.

Atas perbuatannya pelaku DN  diancam pasal 372 atau 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun.

“Kita lagi menunggu untuk memfasilitasi penyelesaian secara Restorative Justice (RJ). Dan ini menurutnya kesepakatan korban dan pelaku. Kita menunggu saja. Untuk sementara terduga kami amankan dulu sampai prosesnya selesai, “tutupnya.

Tinggalkan Balasan