Butuh Biaya Berobat Anaknya, PRT ini nekat Curi Brang Milik Bosnya

NTBone.id-Mataram – Pelaku berinisial J (36 ) seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT)warga asal Lingkungan Pejeruk Timur, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang Kota Mataram, NTB, nekat mencuri sebuah kamera milik majikannya karena terdesak biaya berobat anaknya. Kamis (24/11).

Pelaku J ditangkap oleh Tim Unit Reskrim Polsek Mataram Polresta Mataram berkat rekaman CCTV yang terpasang di dalam rumah korban. Lingkungan Suradadi Barat, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

Wakapolresta Mataram AKBP Syarif Hidayat mengungkapkan dari hasil penyelidikan dan pengembangan serta dari rekaman CCTV milik korban, petugas berhasil membekuk pelaku J di rumahnya.

“Setelah kita melakukan penyelidikan dan pengembangan, dugaan kuat pencurian dilakukan oleh pelaku J.” Ungkapnya

Lebih lanjut Syarif menegaskan bahwa dari pengakuan pelaku J, barang curian berupa Kamera Digital Jenis Fujifilm langsung digadaikan di salah satu tempat gadai di Kota Mataram sebesar Rp. 300 Ribu Rupiah.

“Pelaku ini menggadaikan kamera itu, seharga Rp.300 Ribu Rupiah di salah satu tempat gadai di Kota Mataram,” ujarnya

Untuk kepentingan penyelidikan barang bukti dan pelaku J diamankan di Mapolsek Mataram.

“Adapun pasal yang di persangkaan terhadap pelaku : Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun,” tegasnya

Sementara itu, Pelaku J mengaku ia nekat mencuri barang elektronik berupa kamera digital milik majikannya karena terdesak kebutuhan biaya berobat anaknya yang sedang sakit.

“Ya itu saya lakukan karena terdesak kebutuhan biaya berobat anaknya,” ungkapnya

Lebih lanjut J mengaku gajinya sebesar Rp. 1.300.000, Ribu Rupiah tidak cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari sangat kurang, sementara ia malu untuk meminta terus kepada bosnya.

“Gaji saya kurang untuk kebutuhan sehari-hari, saya malu mau meminjam kebos, tapi saya malu karena bos saya selalu beri saya bantu,” tuturnya.

Selain itu, pelaku J mengaku khilaf dan menyesal atas perbuatannya serta meminta maaf kepada bosnya, bahwa perbuatan yang dilakukannya salah.

Tinggalkan Balasan