Polisi Tembak Buronan Rampok Sadis

NTBone.id-Mataram,- Tim Puma Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, berhasil membekuk seorang daftar Pencarian Orang (DPO) otak pelaku pencurian dengan kekerasan(Curas) rampok sadis di Desa Pringgarata Kecamatan Pringgarata kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) bulan Desember 2022 lalu.

Pelaku atas nama Ahmad Jaelani alias Apel (55) warga asal Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, terpaksa ditembak petugas di bagian kaki sebelah kanan, dikarenakan pelaku melawan petugas saat ditangkap.

“Jadi dalam proses pencarian pelaku DPO ini masih berada di seputaran Lombok, namun memang cenderung berpindah-pindah tempat, dan lokasi penggerebekan terakhir itu memang agak sulit yaitu daerah bukit-bukit masuk ke pedalaman, jadi memang menyulitkan para penyidik,” ungkap  Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Teddy Ristiawan. Senin (16/1/2023).

Setelah lama melakukan pengintaian hingga Subuh, akhirnya petugas berhasil membekuk pelaku Apel saat akan keluar dari tempat persembunyiannya.

“Pengintaian kiat lakukan mulai pukul 22.00 Wib, baru sekitar pagi hari subuh tersangka baru berhasil kita amankan,” ujarnya.

Dari hasil introgasi petugas, pelaku Apel melakukan aksi pencurian bersama dua temannya yang sudah di tangkap terlebih dahulu,  hasilnya barang curian kemudian di jual, Apel mendapatkan lebih banyak sekitar 8 juta dikarenakan pelaku Apel sebagai pengatur strategi pencurian.

 “Dari pengakuan pelaku, hasil curiannya di gunakan untuk bayar hutang dan berpoya-poya, memang sampai saat ini kita masih mencari emas-emas yang pernah di jual oleh pelaku ini, di daerah Lombok tengah, ” tegasnya.

Dari hasil penyelidikan petugas, Apel merupakan otak dan sekaligus menjadi bos besar kawanan rampok, dalam aksi perampokan, terlebih dahulu ia mendapatkan info dari salah satu pelaku yang merupakan tetangga korban, bahwa adanya sasaran.

“Ya ada sebilah parang yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya, parang itu digunakan untuk mengancam korban agar tidak berteriak, dan melumpuhkan mental para korban,” tegasnya

Sebelumnya, Tim Puma Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, telah berhasil membekuk dua dari tiga orang kawanan pencurian dengan kekerasan (Curas) Rampok sadis yang terjadi di kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB), kedua kaki pelaku di hadiah timah panas petugas karena melawan saat ditangkap. Jumat (16/12/ 2022).

Kedua pelaku masing-masing berinisial MT (35)  warga asal Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat dan N alias Nas (38) warga asal Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, sedangkan pelaku berinisial A alias Nepel tengah di buru polisi.

Para pelaku melakukan aksinya  di dua Tempat yang berbeda, TKP pertama di kecamatan Pringgarata dan kecamatan Jonggat Lombok Tengah, dengan membobol rumah korban dan menggasak sejumlah barang-barang berharga, mulai dari hp, kendaraan hingga emas. Hingga korban menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Di tempat kejadian pertama, para pelaku berhasil membawa kabur barang berharga milik korban seperti sepeda motor roda, 2 hp, 4 kalung emas seberat 12,8 gram, gelang emas 6 gram, cincin emas 7,8 gram, kalung emas 50 gram, gelang emas 35 gram, 2 cincin emas 9 gram, gelang emas 2,7 gram, cincin emas 2 gram, uang tunai Rp1,8 juta dan Rp3,5 juta. Kemudian berbagai Kartu Tanda Penduduk (KTP), 4 STNK, kartu BPJS dan tabungan. Bahkan satu pelaku merupakan tetangga korban.

Selain itu barang-barang yang berhasil digasak yakni uang tunai sejumlah Rp 33 juta, kalung emas 5 gram, kalung emas 1 kg, mainan kalung 9,16 gram, kalung emas 3 gram, gelang cincin emas 6 gram, cincin emas 5 gram, senter, 10 jenis hp berbagai merek.

Para pelaku terancam Pasal yang dikenakan pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun.

Tinggalkan Balasan