Edarkan Sabu dan Ganja Oplosan, Pria Asal Mambalan Dibekuk Polisi

NTBone.id-Lombok Utara,- Tergiur dengan keuntungan banyak, seorang pemuda penyewaan jasa Surfing di Gili Trawangan Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB) dibekuk polisi karena menjual narkoba jenis ganja dan sabu oplosan kepada wisatawan asing.

Penangkapan pelaku  berinisial Y (29) warga asal Desa Mambalan  Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, atas keresahan sejumlah warga negara asing yang mengaku ditipu oleh pelaku Y bahwa sabu dan ganja yang di jual pelaku adalah palsu.

“Pelaku ini menjual ganja palsu, jadi daun Kersen kering kadang-kadang, kemudian juga  sabu pun dicampur sehingga kita lakukan upaya penangkapan,” ungkap Kasat Narkoba Polres Lombok Utara Iptu I Ketut Artana, Kamis (19/1/2023).

Pelaku Y diketahui mencampur barang haram Sabu dengan plamir dan obat-obat pusing lainnya berbentuk Pil, dengan tujuan sabu oplosan yang di jual agar lebih banyak dengan harga jual tinggi, kemudian pelaku menjualnya kepada wisatawan asing.

“Kristal Bening tersebut yang diduga sabu dicampur dengan plamir karena untuk lebih banyak , kemudian pelaku menjual kepada tamu yang main surfing ataupun yang akan main Kano dan Nembak Ikan di gili trawangan,” ujarnya.

Sangat meresahkan dan banyaknya turing yang menjadi korban penipuan narkoba oplosan pelaku Y, membuat petugas Sat Narkoba Polres Lombok Utara langsung melakukan penyelidikan, al hasil pelaku berhasil dibekuk saat akan menjual barang narkoba oplosan kepada wisatawan asing.

“Ini ada laporan warga masyarakat, karena disana itu lebih pulgar untuk melakukan kegiatannya penjualanya itu, dan barang yang di jual ini adalah KW dan itupun kami melakukan uji lab dis etipa barang bukti untuk menentukan barang bukti itu asli atau tidak,” jelasnya

Motif pelaku melakukan oplosan narkoba jenis ganja dan sabu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, satu poket sabu pelaku bisa pecah menjadi 10  poket kecil dan menjualnya hingga Rp. 300.000 per Pocket.

“Kalau satu poketnya pelaku bisa pecah hingga menjadi 10 poket kecil, tapi lumayan besarnya, namun hanya mengandung zat amfetamin,” pungkasnya

Sementara itu di hadapan penyidik pelaku Y mengaku ia mendapatkan cara mengoplos sabu dan ganja dari teman-temannya,  dan targetnya adalah warga negara asing sementara lokal lebih tahu.

“Saya campur dengan obat-obatan Tramadol, puyer, dan Panadol, saya jual mulai harga Rp.250.000 hingga rp.300.000 per poketnya,” ucapnya

Atas perbuatannya itu, pelaku Y mengaku sering mendapat pukulan dari sejumlah wisatawan asing yang jengkel setelah ditipu pelaku.

“Saya sering dipukul hingga di cekik, saya tidak melawan karena saya tahu perbuatannya saya salah,”  ujarnya

Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa barang bukti diduga narkotika jenis Tanaman (GANJA) dengan berat Bruto: 12,54 Gram Narkotika Bukan Jenis Tanaman (Sabu) dengan berat Bruto : 1,94 Gram Ekstasi dengan berat bruto  4,71 Gram dan kokain  dengan berat Bruto 2,11 gram di dalam Tas, yang merupakan oplosan.

Atas perbuatanya pelaku terancam pasal 114 dan 112 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana 7 hingga 20 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan